Latest Entries »

Ketidak tahuan adalh hal yang patut dihindari, ketidak tahuan yang penting adalah ketidak tahuan yang tidak mungkin.
Nothing Imposible

Aku yang selalu bersama tanya melenggang berdua tanpa ada batas seprti horison. Tanya yang menyelinap pada sisi tanya ku.

Tanya yang terus menyergap membuat pelipisku terangkat.

Aku tak mengerti mengapa ada rasa yang tak biasa antara aku dan tanya.

Tanya yang selalu membuat pribadiku berarti, karena tanyalah yang membuatku tau akan semua sisi kehidupan. Namun kadang aku merasa bosan akan tanya.

Aku kadang ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya dan memecahkan misteri alam.  Aku ingin berkunjung ke tempat tempat jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang orang asing. Membaca arah ku bersama bintang gemintang, menyelami lautan dan bersenda bersama kawanan air, Aku ingin kehidupan yang menggetarkan penuh dengan penaklukan. Ingin hidup tanpa ada tanya yang siap menyergap apakah aku bisa.

Tanya yang seaakan menjadi naluriku, mengatakan bahwa tanya bukanlah ketidak tahuan.

Ketidak tahuan yang harus ku hindari.karena aku punya tanya yang siap tuk melindungiku. Namun kala itu tanya berkata “ketidak tahuan yang sangat penting adalah ketidak tahuan pada yang tidak mungkin”.

Kini aku berlari pada lingkaran yang tak sejalan, ya inilah akibat aku selalu bersama tanya, tanya yang terus mengobarkan api tanya pada hatiku.

Inginku hapus tanya dari kehidupanku namun itulah tanya yang selalu menyergapi ku dalam tanya.

Tapi satu titik berarti antara aku dan tanya. Aku iklas digandrungi tanya, aku ikhlas dihantui tanya tentang kelemahanku.

Karena keikhlasan dari sebuah kelemahan adalah awal dari kelebihan diriku.

Inilah jalan antara aku dan tanya.

Aku telusuri langkah senja yang memerah, mengintip sang dewi dalam cahaya, menatap  lipatan kabut yang membuana seakan jadi pelopor untuk segera memanggil sang dewi tidur.

Kini keangkuhan siang mulai patah digantikan kedamaian malam. Cahaya energy yang memancarkan sinar diubah menjadi cahaya listrik disetiap penghuni alam.

Ya inilah Sepi yang memakan siang dan bertaburan bintang segera melumpuhkan gemerlap rupiah yang tersebar

“Malam sobat”

Ia rangkul aku dengan sepenuh rasa sayang. Tangan menyergap tubuh diantara langit dan bumi cukup membuat jantung terdetak terpaku. Kami menikmati alam yang indah dengan taburan sang pecinta malam.

“Aku sayang kamu”

Posisi tubuhnya seketika berputar 90 derajat menghadap raga ku yang kaku. Ia hanya terdiam. Kini gerak tangannya seakan menjelma, bersuara tanpa pamrih, meraung dan segera merucut pada tanganku. Ia memegang tangan ku tanpa ragu dan menaruhnya pada dada yang kian lama kurasa detak jantungnya.

“Apa yang kau lakakukan ?”

Tiba saatnya untuk ku berdelik tentang apa yang ia perbuat. Aku merasakan getaran yang berbeda, pandangan matanya menembus kornea tanpa ada batas penghalang bahwa aku dan ia bukanlah seorang mukhrim.

“Apakah kau belum mengerti tentang apa yang berdetak dalam tubuhku”

Pandangannya semakin liar terhadap mataku. Saat aku terjatuh pada hati yang berongga kurasakan rayapan lembut dekat telingaku. Namun aku terdiam tubuhku kini semakin erat ia genggam. Aku masih saja terpaku oleh endapan pada bola matanya.

“Aku sayang kamu sebagai cintaku bukan sebatas sahabat. Pantaskah aku tuk memujamu sebagai kasihku ? Izinkanlah aku. Izinkan aku terus seperti ini merasakan kehangatan angin malam bersama mu”

Kata kata itu semakin menyadarkanku bahwa seorang sahabat tak pantas merayapi tubuhku seliar ini. Aku kini mencoba menghindar walaupun aku bahagia dalam dekapannya. Ku tempelkan jari jari manisku pada jantungnya yang dibalut rongga dan diselimuti daging yang menempel pada kulit. Ku lawan sedikit tenaganya dan aku pun terlepas dari tubuhnya yang melemas

“Aku pun sayang kamu”

Terlihat pancaran matahari di kedua bola matanya. Ia tersenyum haru namun dalam benaknya kurasa penuh tanda tanya.

“Sobat aku sayang hanya sebatas aku dan kamu adalah sahabat sejati. Tidak lebih”

Kulihat mata yang kian mendung, menahan gejolak air yang siap ditumpahkan. Dalam hati ku dendangkan syair lagu sendu. Kau belumlah mengerti apa yang ku katakan tadi. Walau rasa sakit menyergap keseluruh jiwa, walau air mata mengalir dalam duka.

Kini tangan ku yang tak lagi bisu menyergap kilat menyentuh telapak tangannya lalu kusentuhkan agar ia tau bahwa kini alas bumi yang jadi pijakan seolah bergetar.

“Detik ini kau takkan mengerti apa yang aku rasakan. Kau takkan paham catatan putih yang ada direlungku. Tapi kini kau harus yakin bahwa rongga dalam hatiku telah terisi benih indah yang tak perlu kau tau siapa pemiliknya. Dan suatu ketika lah kau mengerti akan hal itu. Aku tak pernah mau melihatmu menagis karena ku”

“Baiklah kawan, namun aku kan tetap menjaga setiap nada cinta yang mengalun dalam keegoisan hati ini. Dan bila benih yang menusuk dalam rongga hatimu itu milikku, lalu akan tetap kutancap seperti panah yang menghujam. Namun bila benih itu bukanlah milikku, akan tetap ku tunggu sampai ia merapuh.”

Kulihat awan hitam dalam matanya, namun ia tak sudi tuk tumpahkan setitik air dari kelopaknya. Maafkan aku sobat yang telah berikan satu biasan hitam dalam cintamu.

*****

Bulan yang indah, kirimkan kata sayang ku padanya bahwa aku kini kecewa telah berdusta kata padanya. Bintang yang bersinar sampaikan padanya kini aku menangis meratapi keadaan cinta. Malam yang sunyi berikanlah ketenangan pada anganku agar aku tetap berdiri kokoh diatas kesakitan hatiku. Ya inilah. Inilah rasanya

Detik yang terus berlari, meninggalkan masa yang telah lalu. Jaman yang berevolusi membuat metamorfosa hati ku semakin besar. Ya hati ku yang semakin membengkak bukan karena benih cinta dalam rongga. Namun inilah jawaban atas apa pertanyaan dalam dirinya. Pembengkakan hati yang terus menggerogoti akal ku.

Inilah jawaban kenapa aku tak mau menerima cintanya. Aku tak pernah mau melihat air matanya yang bergulir dikhususkan karena penyakitku.

Dan kini tiba saatnya aku terbujur lemah, mungkin malaikat pencabut nyawa telah ada dihadapanku dan siap melaksanakan tugasnya. Dalam tutupnya mataku, kudengar lantunan doa yang menghiasi dinding kamar. Indah, damai, tentram hatiku. Pembengkakan hati yang telah semakin membengkak membuatku harus bertekuk lutut pada apa yang telah ditakdirkan.

Tiba tiba ku melihat ayah dan bunda berdiri lalu menangis sejadinya. Kenapa mereka, menitikan air mata diatas badanku. Menggoyangkan sekujur tubuhku tapi aku hanya bisa diam. Tubuhku kaku, dingin dan aku pun sulit tuk menggerakannya. Sampai akhirnya kain putih memburamkan penglihatanku.

Inalilahi Waina Lilahi Rojiun

Kini aku telah tiada

Dalam prosesi pemakaman ku, dirinya hadir ditengah tengah tangis. Aku tak sanggup mengusap air matanya karena jiwaku tak lagi satu dengan raga. Dirinya terpaku pada tempat yang jadi peristirahatanku. Kini aku telah terbalut tanah basah yang dihiasi percikan bunga.

Diatas sini aku melihat ayah memberikan sepucuk surat yang pernah kutulis untuk dirinya. Dan ia pun membaca kata demi kata yang terus memperuntukan air mata.

Saat itu kita temui persimpangan yang mengalirkan air mata bagai sungai tak bertepi

ku terdiam dalam ranting pohon yang pernah menjadi saksi bisu kebersamaan kita.

Kau rupanya memilih satu jalur berbeda dari apa yang menjadi prinsipku. Kita berpisah pada persimpangan itu. Namun kekuatan cinta merealisasikan keadaan kita. Hingga kita bertemu disuatu titik.

Sahabat, apakah kau telah mengerti kini apa yang menjadi kendala dalam hati ku ? Sudah paham kah kau benih apa yang memadati rongga hatiku ? Ya inilah jawabnya. Kini kau temui ku terbujur kaku dalam perut bumi.

Sahabat, dalam hati ini kaulah penghuninya. Dalam sakit ini kaulah obatnya. Namun sahabat tetaplah sahabat. Kau tak pernah jadi pemuja jiwaku karena ku tau bila saatnya nanti kau akan terkejut melihat kenyataan ini.

Pesan terakhirku bila kau temukan cinta sejatimu nanti jagalah dia, mengertilah dia, dan cintailah kekurangannya. Jangan biarkan ia terlepas dari genggaman tangan mu hingga ia terjatuh, karena bila ia pergi nanti air matamu tak pernah sanggup membuatnya kembali.

Aku ingin seperti seorang bayi yang menangis saat ia lahir kedunia namun banyak yang tersenyum karenanya. Dan aku pun berharap aku meninggalkan dunia dengan banyak tangisan tapi aku tersenyum bahagia. I Love You so Much. Maafkan aku telah menyembunyikan semua ini. Yang aku mau adalah kau tersenyum dihadapan nisanku.

                                                                                                                               Dewi

Dan aku siap terbang menembus langit ketujuh, meninggalkan ayah dan bunda serta dirinya. Kan kutunggu mereka disurga. Karena malaikat kecil membawaku terbang bersama ke alam yang lebih indah.

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Persahabatan bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Percikan lirik tersebut mengawali hariku bersama sahabat sahabatku.

Wangi mawar yang diterpa embun pagi menyegarkan kehidupanku. Air yang mengalir menapaki sungai menganak ke seluruh penjuru negeri. Titik air yang jatuh mejadi pesona hari bagaikan panah yang menghujam ke perut bumi. Menawarkan aroma tanah yang cukup semerbak. Seketika terdengar kicauan burng yang memanggil dewa siang untuk segera bangun dari singgasananya. Mencerminkan suka cita antara aku dan mereka.

Tuhan aku bahagia memiliki mereka. Kami menamakan kami adalah BBS {bintang bersinar selamanya}

Indahnya hari kami lewati bersama.

Hari demi hari yang bergulir dikehidupan putih abu ku berwarna tanpa ada celah hampa yang memburamkan penglihatan hati.

Kami selalu bersama dalam suka ria, canda tawa, duka lara. Lantas tak ada sedikit pun privasi dalam kehidupan kami.

Berangkat sekolah hal nya seperti anak SD yang masih butuh di temani. Kami berangkat berdampingan walaupun hanya beralaskan sepatu yang semakin hari menipis alas kakinya. Namun kami bahagia dengan keadaan itu. Suatu ketika saat sepatu andi menganga seperti mulut buaya yang siap menerkam mangsanya, aku, nina dan dika menertawai habis habisan tanpa ada celah untuk andi menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. Aku tau saat itu andi sangat kesal, namun apa yang ia lakukan. Ia pun mencari lem kayu dan mengoleskan pada sepatunya. Tapi apa, itu tidak membuahkan hasil. Sepatu andi pun malah lebih menganga jelas seperti patung perosotan yang ada di kolam renang. Namun ia tak kehabisan akal, andi serta merta meminta peniti yang digunakan untuk menutup tas nina yang sobek. Lalu ia pasangkan di sepatunya. Dan andi pun tertawa. “hahaha,, ini adalah model sepatu terbaru versi anak sekolah yang sudah kehabisan ongkos jajan HAHAHA” Dan kami ber empat pun tertawa melihat tingkah pola andi yang membuat perut terasa sakit.

Itulah peristiwa demi peristiwa yang kadang menjengkelkan namun mengesankan bagi kami.

Namun suatu ketika saat kami bersama dalam teras sekolah dika terdiam sendiri di sudut lantai. Aku, nina, dan andi pun hanya melirik bagaikan tak peduli.

Tapi dalam hati ini aku tetap bertanya tanya pada apa yang terjadi.

Dika tiba tiba dengan langkah perlahan mendekati kami.

Dia langsung beranjak duduk didekat ku, ditengah tengah kita.

Kami lama terdiam, menunduk tanpa ada sepatah katapun yang terlintas.

Teman, tiba suara dentungan itu memacahkan keheningan.

Kami tetap terdiam menunggu kata yang akan terurai selanjutnya.

Teman, maukah kamu mendengarkan keluhku saat ini ?

Ada apa kawan ? saatnya bibir manis nina mempertanyakan semua ini.

“apa kalian mau berteman dengan seorang yang tak mampu menjaga fisiknya ?” tanya dika dengan lantang.

“Dika, aku memilih teman bukan pada fisik tapi pada hati yang menyatu dalam raganya.”

Ujar nina penuh keharuan.

Dika pun menangis sambil merintih memegang kepalanya.

Sobat, kalau lah kalian tau, aku adalah manusia terbodoh, aku tak pernah sekalipun menghargai makna hidup.

Ada apa teman ? bukankah kita adalah satu? demi terwujudnya satu arti pentting persahabatan ? ucap andi yang terus menatapi tingkah laku dika yang aneh pada hari ini.

Kini tiba saatnya kalian tau sobat

“aku mengidap kangker otak” yang semakin hari membuatku bisu untuk menapaki jejak kehidupan.

Sahabat, izinkan kali ini aku becerita tentang hidupku yang mungkin takkan lama lagi.

Kalian memang tak pernah sadar. Saat kita bermain melewati pohon pohon rindang, aku merintih kesakitan. Aku mencari sela terkecil untuk menghapus setitik air diujung mattaku.

Saat kita bersama melewati cakrawala malam, menaburkan benih persahabatan merangkai bintang yang terbentang jauh diatas sana aku izin pulang pada kalian tapi kalian enggan memberikan ku izin karena kalian tak tau ada virus yang berkecamuk di otakku.

Sahabat, taukah saat aku tak masuk sekolah 3 hari berturut turut. Kabarku aku berbahagia bersama paman disana. Tapi apa yang aku lakukan. Terapi yang membuatku sakit tak berdaya.

Kawan, sewaktu kalian mengajakku singgah di rumah makan dan aku mengeluarkan vitamin. Sebarnya itu bukan bukanlah vitamin tapi itu obat pereda sakit ku.

Tau kah teman uang hasil payah ke dua orang tua ku. Aku babat habis demi sebiutir obat dan terapi penyakitku. Tapi jangan pernah kau katakan kepada siapapun tentang hal ini. Kalian tau, bagaimana keadaan keluarga ku. Miskin meratapi keterpurukan. Chek up, obat , dan terapi itu semua ku bayar dengan kemaksiatanku.

Ku ambil separuh perhiasan mama, dan ku gadaikan itu.

Maafkan aku ma, pa ..

Sahabat maafkan aku yang telah membuatmu menangis saat ini. Maafkan hidupku yang mungkin takkan berguna lagi.

Kami hanya bisa terdiam dan menangis, dika yang selama ini kokoh dan kuat menjalani hidup mempunyai beban berarti dalam pikirannya.

Tiba tiba dika memegang kepalanya, apa yang harus kami lakukan. Kami tak tau apa yang akan terjadi.

Kami menyarankan untu dika pulang kerumah. Dan dika pun berdiri sambil merintih kesakitan, Aku ta tega melihatnya. Tapi anya DIAM yang bias kami lakukan.

Aku melihat rambut yang rontok, tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Sahabatku mengidap kanker otak

Hari pun terus bergulir dimana dika selalu menjadi pusat perhatian kami.

Satu hari, dua hari, satu minggu sampai akhirnya wktu yang tak pernah kami bayangkan itu tiba.

Kabar yang kami terima adalah “dika tergeletak pingsan dan mengeluarkan busa” ternyata dika over dosis.

Tuhan apa kehendakmu selanjutnya. Kau menunjukan jalan mu. Dika kini tak berdaya dengan serbuk putih yang masih ia genggam. Kami kalut tuhan, kami tak paham apa akan terjadi satu detik setelah ini.

Tiba tiba muncul teriakan maha dasyat dari ruang ICU.

Keluarlah dika dibalut selimut putih yang menutupi wajahnya.

Tuhan kini ia pergi ia pergi meninggalkan ku, meninggalkan sahabat sahabatku.

Waktu terasa cepat bergulir, tiba saatnya proses pemakaman dika yang mengharu biru.

Ku terima selembar kertas. Lalu kubaca dekat rumah terakhirnya

Kini hidupku telah usai, menaburkan benih kasih diantara kita. Menghiasi hatiku yang dulu telah layu. Aku melalkukan ini agar terbebas dari tanggung jawabku yang telah membebani kalian. Aku paham teman kini kalian menangis dihadapan tubuh ku yang kaku. Tapi ingatlah namamu kan selalu ada dalam ingatanku. Walaupun kini kita berbeda.

Ma, Pa maafkan aku telah menggoreskan luka teramat dalam. Aku bukan anak yang patut dibanggakan. Aku hanya pecandu akut yang mengidap kanker otak. Maafkan aku tak pernah sedikit pun memberikan penjelasan pada kalian. Yang aku tau inilah jalan tuhan. Aku harus mati dibawah pil ekstasi. Aku harus tunduk dibawah sabu sabu.

Inilah jalan yang kutempuh.

Aku selalu merindukan kalian. Kirimkan doa selalu untuk menerangi rumahku, karena aku tak mampu membuat lampu didalamnya. Walaupun aku mampu, aku telah menyia-nyiakan semua.

Kata terakhirku adalah MAAF

DIKA

Usap air mata mu, dekap erat tubuhku tatap aku sepuas hatimu. Nikmati detik demi detik yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi, hirup aroma tubuhku. Yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu…gundahmu.

Nyanyikan lagu indah, sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali

Nyanyikan lagu indah, tuk melepasku pergi dan mungkin tak kembali

Itu lagu yang kami dendangkan untuk kepergian mu DIKA.

I love You so much

Tiba tiba Duk duk duk ..

Au, mama membangunkan ku dari lelap tidur.

Mama ko dipukul sii ?

“ya lagian kamu tidur ko sambil nangis” gerutu mama.

Apa ini Cuma mimpi ? ma tolong cubit pipiku, apa ini hanya mimpi ?

Mama pun mencubit pipiku, keras sekali dan ternyata sakit.

“Ohh mama, thank you so much. I Love you mom. Tadi hanya mimpi buruk yang ga akan pernah aku lanjutin ceritanya”. Aku langsung berdiri dan berlari kearah kamar mandiku untuk segera bersiap bertemu dengan Dika, nina, dan andi.

I’m Coming …

Mama hanya diam membisu tidak mengerti apa apa dan menggelengkan kepalanya.

Saat diri merasa tak dihargai ,,

Saat raga terasa terinjak

Apa yang kan dilakukan ???

Ini bukan masalah suratan takdir ataupun garis nasib apalagi salah ibu mengandung. Saat tak ada satu pun yang mengerti, saat tak ada sesosok manusia pun merangkul.

Harga diri seakan banding dengan seribu rupiah.

Memang sulit menghargai seseorang, butuh waktu dan kesabaran yang hakiki

Menghargai bukan pada orang yang lebih tua ataupun pada mereka yang memiliki jabatan tinggi.

Menghargai dalam lingkup itu sangatlah wajar,, Tapi titik wajib yang patut kita pelajari adalah menghargai mereka sosok mahkluk kecil.

Memang sulit meninggi pada yang amat tinggi. Tapi paling sulit adalah merendah dari yang lebih rendah.

Namun mengapa sosok manusia tua salah mengartikan arti sebuah penghargaan.

Sesungguhnya menghargai bukan dengan uang, materi, sampai jasa sekalipun.

Menghargai cukup dengan kata, cukup dengan ucapan, cukup dengan tingkah laku.

“Kenapa kami harus menghargai kalian, tapi kalian sungkan tuk  hargai kami?”

“Mengapa kami harus menghormati kalian, sedangkan kalian enggan tuk hormati kami ?”

Kami seperti buih buih di lautan, tak kalian pandang walau sebatas melihat.

Sungguh, kami ingin sekali seperti bintang dilangit. Walaupun kecil tapi tetap mempesona dan indah dalam pesona mata.

Mulai dari detik ini hargailah mereka yang lebih rendah

Hormatilah mereka walau mungkin tak pantas tuk dihormati.

Membujuk saat mereka merajuk

Mengalah saat mereka marah

Tertawa saat mereka bahagia

Dan merangkul saat mereka terpukul.

Karena itu adalah suatu proses pendewasaan menuju suatu penghargaan.

Kenangan Terindah

18 – 21 April kita melaksanakan UN,

3 – 4 Mei kita tour bareng,

16 Mei pengumuman pelulusan,

dan pertengahan Mei kita perpisahan

Setelah itu ?  kita memnempuh jalan masing masing. Ga ada lagi canda tawa yang menghiasi hari, ngerumpi bareng, makan miae ayam + gorengan di kantin si ibu dengan minuman favorite finto, frambozen, cola black, black curent, pontianak arrghh semuanya deh. ditambah lagi cemburu menguras hati uda jadi konflik yang ada dikelas. Tidur saat jam pelajaran, ngemil waktu ada guru, semuanya ga akan kita rasakan lagi sekarang.

Kini pakaian kebanggaan kita terlepas sudah,, hari terakhir Ujian Nasional menjadi akhir dari kebahagiaan Putih abu dan berganti pada kebahagiaan yang lebih nyata.

Kita ga akan temui lagi gutu guru terbaik kita,,

Bu Detsy, yang selalu ngajarin kita arti sebuah kehidupan yang bemakna dan ngajarin  pentingnya sebuah kebersamaan melawan suatu  kekuatan, serta ibu guru yang tertangguh yang pernah kita miliki.

Mmmmm,,, ada Pa Yayat Edhar, guru Matematika yang ga akan pernah kita lupa sama logatnya nyaeta ” ti .. ti.. tiga tau …” hehehe trus ada lagi “dari mana ?? dari tadi saya ga merhatiin pa ” hemmmm wkwkwkw

trus ada juga Pa wawan guru kimia sekaligus wakasek kurikulum ini adalah guru yang paling menegangkan,, beliau ga pernah bawa buku tuh kalo mau ngajar. Cukup dengan masuk kelas dan langsung ngejelasin materi, atau kadang kadang dengan lantangnya mengucapkan,, “sekarang tanggal berapa ?? tanggal 13 paaaaa, oke Fami maju ” hufft kalo uda ngeluarin jurus andalan itu kita langsung cepet cepet buka buka buku, takut takut disuruh maju.. hehehe

Trus ada bu Linda, Guru fisika kita satu ini cantikk banget dan asiknya selalu menggambarkan materi dengan benda benda yang kita tau, jadi walaupun fisika kita enjooy tuh belajarnya . hohohoho

oohh ga lupa juga ada Bu Cicih, Ibu satu ini yang ngajarin kita tentang kata kata baku dan memperkenalkan kita tentang puisi kontemporer dan semua tentang sastra indonesia. Inget ga  Bu cicih adalah guru yangg palllllliiiinnngggggg anti dan paling risih kalo kita pacaran, dan guru yang paling oke kalo harus meragaiin mimik muka si Eni, si Ero, si Edi hahahyyy.

trus ada Pa Zen yang paling pinter bahasa inggris, ya walaupun pelajarannya ga ngerti tapi untungnya belajarnya asik tuh soalnya pa zen suka melesetin kata kata walau kadang boring juga,, hehehe huhuu

dan pa zen adalah guru yang paling perhatian sama ende,, soalnya setiap masuk kelas ga pernah lupa ngingetin Ende buat minum antimo biar ga mabok.. hahahahaha

oya, ada lagi Bu jubed, beliau ngajarin kita tentang hukum di Indonesia walaupun guru baru tapii assssiiikkkk banget. Bu Jubed juga orang yang pertama kali ngenalin kita tentang cara ulangan yang ga tegang tapi malah ketawa tawa gitu.

daaaannn ada lagi Bu Kiki Cahyati yang ngajarin kita tentang sejaran Dunia ini, tapi yang di inget dari bu kiki adalah ibu yang selalu bawa mapp besar dan kalo masuk kelas langsung senyum dan mengucapkan “ada yang mau bayar?? kalo ada ibu tunggu” hixhixhix

Dan ga ketinggalan bu Ocid, ibu guru super gaul ini ngajarin kita tentang bagaimana cara kita melewati hidup yang penuh makna dengan berbagai pertimbangan,, ya tepatnya guru BP lahh. Bu Ocid kayanya paling seneng makan dan kalo boleh nebak makanan favoritenya nasi padang, ice cream, dan kripik pisang. hohohoho

Oya ga ketinggalan ada Pa Didi sang Pembina Osis di Sekoah kita, beliau adalah orang yang paling terbuka dan punya semboyan “jaga hati, Jaga diri, Jaga sholat” huhuehuehu

Mmm ini nii,, guru kita yang kayanya pernah tinggal di Jepang, hehehe

soalnya super duper sibuk banget. walaupun kita ga pernah beliau ajar tapi cukup tau kepribadiannya. ya guru ini adalah guru akutansi di sekolah kita,, guru yang ga pernah lupa bawa kopi hitam+laptop kalo mau ngajar. dan rajanya OL Fb dehhh, dengan hak patennya yaitu “Hmmm…. , FOKUS, dan titik (.) hehehehe Viss

Mmm selain ada guru akutansi ada juga guru Ekonomi di sekolah kita. Yah Bu Sri Rahmawati yang selau ngitung ngitung tentang uang,, Review ulang deh,, kata kata yang sering bu sri ucapin kalo lagi ngajar ga jauh dari kata kata “eweuh eweuh eweuh” hehehe dan yang paling gokil  dari bu sri kalo ngomong “Hitut biuk” huhuhuhu bukan bermaksud jorok loh.

Mmm,, bu sri ini beda sama bu cicih dan bu Linda, Ya kalo bu cicih ngelarang KERAS banget buat kita pacaran tapi Bu sri boleh boleh aja tuh malah harus pinter pinter. hohohoho nah satu lagi perbedaan bu sri sama bu linda yaitu Kalo bu linda ga pernah pake celana tapi kalo bu Sri ga pernah pake Androk. Haduh Bhineka Tunggal Ika.

Banyak banget Ibu bapa guru yang ada di sekolah kita,, tapi karena keterbatasan jumlah teks jd segitu aja,, tapii semua guru SMANGI is The Besttt fo me

Walaupun kita kan berpisah jangan pernah lupakan semua kenangan yang telah terukir manis selama 3 tahun ini.

Karena kita untuk SELAMANYA

dan kita adalah Sang Suara

VIBRA ……………….

Love You All

Pagi ini memang terlalu dingin, memang semalam turun hujan begitu lebat dan kamar besarku yang full AC menjadi freezer yang siap membekukan siapa saja yang ada didalamnya.
Aku menggeliat dan menguap.. Wuuuaaaahhh…….!! Tiada lain selain tidur yang menjadi surga of Today
BYURRR
Siraman air oleh mama membangunkan tidur ku. View full article »

Punya Website Nich…

Mungkin mulai sekarang OSIS SMANGI gak akan dianggap rendah sama semua orang. sedikit demi sedikit kita para Pejabat teras dibantu anggota-anggotanya akan mulai berusaha untuk menciptakan suasana baru.

Tahun sekarang alhamdulillah OSIS SMANGI udah punya sekertariat sendiri. moga ga jadi beban buat OSIS SMANGi. Kami dibantu  oleh Pa Didi dan Pa Gito sedAng menngembleng kreatifitas siswa-siswi smangi

Oya sekarang sang sekertaris umum lagi sibuk nyiapin agenda-agenda buat pelatihan  website loh….

iya sekarang OSIS kita tercinta ini udah punya website loh… mau tau alamatnya….(hemmm masih dalam proses…. hehehe) kalo emang alamatnya udah fiks nanti kita-kita kabarin deh…

oya buat para adik-adik kelas VIII SMP-sederajat kita tunggu ya di kampus SMAN I Lebakwangi. sedikit informasi juga bahwa OSIS SMANGI itu yang pertama buat dan punya website…Hebat kan!!! hahahah (tapi bukan bermaksud somong loh)

Pokoknya OSIS SMANGI is the Best deh…

OSIS SMA NEGERI 1 LEBAKWANGI

OSIS SMA NEGERI 1 LEBAKWANGI akan mengadakan program kerja tahunan, yaitu maulid nabi Yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Februari yang tempatnya berada di mushola Al-Ghoffar.

Pada kesempatan itu OSIS SMANGI mendatangkan seorang narasumber yang berasal dari Subang. Selain itu dalam program kerja sekbid 1 ini akan diadakannya lomba-lomba seperti nasyid dan kreatifitas tumpeng. siswa – siswi SMANGI lebih diarahkan kepada kreasi-kresi yang di buat oleh sendiri.

Sayangnya hanya kelas X dan kelas XI saja yang terlibat dalam kegiatan ini. Dikarenakan kelas XII sedang diarahkan kepada soal-soal UN yang sebentar lagi akn dihadapi. Tetapi persoalan ini tidak merubah semangat kelas X dan XI untuk berkreatifitas.

Selain itu pada tanggal 10 maret 2010 OSIS smangi pun akan melaksanakan pelatihan dasar Internet bagi siswa siswi SMP sederajat Kab. Kuningan wilayah timur. Seperti SMPN I Lebakwangi, SMPN 2 Lebakwangi,  SMPN I Maleber, SMPN 2 Maleber, MTSN Maleber, SMPN I Luragung.

Dalam pelatihan ini akan dipandu oleh bpk. Khusnan Effendi S.Ag.

yang didalamnya terpaut materi-materi seperti web browsing, e-mail, chatting dll.

kepada seluruh OSIS SMP sederajat di wilayah Kuningan timur. Kami tunggu kedatangannya di kampus SMA Negeri 1 Lebakwangi.

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kab. Kuningan mengadakan seleksi Capaska 2010. seleksi tersebut dilaksanaksanakan pada

tanggal 31 Januari 2010. seleksi tersebut terdiri

dari seleksi administrasi, seleksi fisik, interview

dan pengetahuan umum.

Syarat – syarat peserta yang dapat mengikuti seleksi tersebut adalah

1. Siswa kelas X SMA sederajat.

2. Putra: tinggi minimal 160 cm

Putri: tinggi minimal 155 cm

3. Mempunyai semangat yang tinggi

4. Berpenampilan riang dang gembira

5. Berakhlak baik

Ketentuan yang harus dipenuhi adalah:

1. Foto copy kartu pelajar

2. Foto copy rapot yang terlegalisir

3. Foto 3×4 begron merah

4. Foto copy piagam penghargaan

5. Surat izin orang tua

6. Surat keterangan baik dari sekolah

7. Surat dokter

Itulah Syarat dan Ketentuan menjadi calon PASKIBRAKA 2010.

Apakah anda berminat?????…..